Tolak Kenaikan BBM, Sapma PP Kota Serang Gelar Unjuk Rasa

 

SERANG ( KONTAK BANTEN) – Mahasiswa yang berasal dari organisasi Sapma PP
Cabang Kota Serang, menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga
BBM. Mereka menilai bahwa kenaikan harga BBM, hanya akan menimbulkan
ketidakstabilan.

Aksi tersebut dilakukan dengan longmarch dari Ciceri menuju Alun-alun
Kota Serang pada Jumat (16/9). Aksi tersebut dilakukan hingga malam
hari. Para massa aksi itu pun menyalakan lilin sebagai bentuk
keprihatinan mereka terhadap kenaikan harga BBM.

Ketua Sapma PP Cabang Kota Serang, Ibnu Khairul Umam, mengatakan
bahwa aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat, yang
gelisah dengan kebijakan kenaikan harga BBM.

“Aksi Sapma PP Cabang Kota Serang kali ini dilaksanakan atas
keresahan yang di rasakan oleh elemen masyarakat, atas kebijakan yang
dikeluarkan oleh Rezim Jokowi dan Maruf Amin,” ujarnya.Ia menuturkan, kenaikan harga BBM sudah pasti memiliki dampak yang
signifikan, terhadap masyarakat. Apalagi jika kenaikan harga BBM, tidak
dibarengi dengan penyesuaian upah pekerja, akan menimbulkan ketidakstabilan

“Kenaikan BBM yang sangat berdampak bagi masyarakat khusunya
masyarakat Banten. Dengan naiknya BBM tanpa menaikan upah bagi para
pekerja, tentu akan membuat adanya ketidakstabilan yang menyebabkan
inflasi karena turunnya daya beli masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya pun menilai bahwa berbagai kebijakan dan regulasi yang
dikeluarkan oleh Jokowi, banyak yang bertentangan dengan kepentingan dan
kebutuhan masyarakat umum.Regulasi yang dibentuk selalu bertentangan dengan kebutuhan
masyarakat, regulasi yang didorong oleh pemerintah seperti UU Cipta
Kerja, UU Minerba, RKHUP dan RUU Sisdiknas, kami merasakan sangat
diskriminatif dan tidak pro rakyat,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan bahwa masih ada janji politik yang sampai saat
ini masih belum ditepati. Salah satunya yakni janji untuk menyelesaikan
pelanggaran HAM yang terjadi.

“Dan beragam persoalan yang berkembang selama bulan September ini,
seperti pelanggaran HAM dan pembungkaman aktivis yang masih belum
menemukan titik terang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *