PANDEGLANG KONTAK BANTEN – Pasca adanya
arahan dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto terkait
ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani
langsung korve atau menggerakan jajarannya di seluruh Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Pandeglang, untuk melakukan bersih-bersih.
Bahkan, kegiatan
bersih-bersih itu telah dilaksanakan hingga sampai ke tingkat kecamatan,
pada Jumat (6/2) lalu. Selain mengajak jajarannya, Bupati Dewi juga
mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang untuk memerangi sampah.
“Yuk!
Kita perangi sampah di Kabupaten Pandeglang. Kita harus menjaga
lingkungan kita supaya asri,” kata Bupati Dewi, Senin (9/2).
Kata
kader Partai Gerindra Pandeglang ini, dia dengan seluruh jajarannya
sudah bergerak masif melakukan bersih-bersih pada pekan lalu sesuai
amanah Presiden RI Prabowo Subianto.
“Ini
ada kegiatan korve-korve, bersih-bersih. Ini ada amanah dari Bapak
Presiden kita. Ini kita lakukan secara serentak di seluruh kecamatan di
Kabupaten Pandeglang, semuanya bergerak,” ungkapnya.
Wanita
berkacamata dan berkerudung ini menegaskan, pihaknya akan melakukan
Gerakan Indonesia ASRI setiap pekan secara masif hingga ke tingkat
kecamatan.
“Gerakan
Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) ini, akan dilakukan secara
masif setiap Minggu, tepatnya hari Jumat,” katanya.
Bupati
Dewi menekankan kepada jajarannya, kegiatan gotong royong membersihkan
dan menjaga lingkungan tersebut, jangan sampai dilaksanakan hanya
seremonial belaka. Tapi tegasnya lagi, harus menjadi kegiatan rutin.
“Saya
tidak ingin ini hanya kegiatan seremonial saja, tapi harus benar-benar
tumbuh dari hati untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan asri,”
tandasnya.
Senada,
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan,
persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua
instansi, melainkan tugas bersama seluruh pihak.
“Kita
harus berjibaku gotong royong menjaga kebersihan di setiap wilayah.
Sampah ini bukan hanya tanggung jawab satu atau dua dinas, tapi tanggung
jawab semua instansi,” tegasnya.
Menurutnya,
pesan Presiden terkait penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah daerah, tetapi juga perlu didukung instansi vertikal
serta masyarakat.
“Termasuk
instansi vertikal dan seluruh elemen masyarakat harus ikut memberikan
edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Iing
menambahkan, persoalan sampah dapat berdampak terhadap lingkungan,
kesehatan, hingga sektor pariwisata. “Sampah sangat merugikan, baik
merusak keindahan lingkungan, mengganggu kesehatan, termasuk kawasan
wisata pantai,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan