Kategori: KOTA TANGERANG

  • Pertamina Patra Niaga Gelar Program BEDUKK di Tangerang, Berbagi dengan Ojol, UMKM dan Anak Yatim

    Pertamina Patra Niaga Gelar Program BEDUKK di Tangerang, Berbagi dengan Ojol, UMKM dan Anak Yatim

     


    TANGERANG KONTAK BANTENPT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar program BEDUKK (Berbuka Dengan Komunitas dan Usaha Kecil) sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Kamis (5/3/2026).

    Program ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Hiswana Migas DPC Tangerang, komunitas ojek online (ojol), pelaku UMKM, serta Panti Asuhan Putra Asih Tangerang.
    Kegiatan diawali dengan sosialisasi program BOOM (Berkah Ojek Online MyPertamina) kepada komunitas ojol. Dalam sesi ini, para pengemudi ojek online diberikan edukasi terkait penggunaan e-voucher untuk pengisian bahan bakar jenis Pertamax melalui aplikasi MyPertamina.
    Selanjutnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian takjil gratis kepada masyarakat di SPBU 34.15113 Kota Tangerang. Kegiatan kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama yang digelar di Panti Asuhan Putra Asih.
    Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pertamina bersama Hiswana Migas dan komunitas juga menyerahkan santunan kepada 60 anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan tersebut.
    Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan program BEDUKK menjadi momentum untuk berbagi sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai komunitas.
    “Melalui program BEDUKK ini, kami ingin menghadirkan keberkahan Ramadan dengan berbagi kepada anak-anak yatim piatu sekaligus memperkuat kolaborasi dengan komunitas ojol dan UMKM lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi.
    Sementara itu, Sales Area Manager Retail Banten, Agung Kaharesa Wijaya, menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pertamina setiap Ramadan.
    “Kegiatan berbagi ini adalah agenda rutin Pertamina. Selain pembagian takjil, kami juga memberikan bantuan sembako dan Bright Gas untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di panti asuhan,” katanya.
    Ketua Komunitas Ojol Tangerang, Aming, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas dukungan dan edukasi yang diberikan kepada para pengemudi ojek online.
    “Kami berterima kasih kepada Pertamina atas edukasi terkait promo bagi komunitas ojol serta kegiatan buka puasa bersama ini,” ujarnya.
    Hal senada juga disampaikan oleh pengurus Panti Asuhan Putra Asih Tangerang, H. Ahmad Supriyadi, yang mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim di panti tersebut.
    “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari Pertamina serta Hiswana Migas. Kegiatan ini sangat berarti bagi kami, khususnya dalam memenuhi kebutuhan anak-anak selama Ramadan,” katanya.
    Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang melibatkan lima pelaku UMKM di Kecamatan Tangerang sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan usaha kecil sekaligus memperkuat ekonomi lokal di tengah masyarakat.

  • Banjir Kembali Merendam Kota Tangerang Sebanyak 10 kecamatan terdampak

    Banjir Kembali Merendam Kota Tangerang Sebanyak 10 kecamatan terdampak

      


     KOTA TANGERANG KONTAK BANTEN Sebanyak 10 kecamatan yang ada di Kota Tangerang terendam
    banjir dengan ketinggian hingga 150 centimeter. Bahkan tidak sedikit
    warga yang terpaksa mengungsi para rumah potong hewan (RPH).
    Kepala
    Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang,
    Mahdiar mengatakan banjir yang melanda 10 kecamatan ketinggiannya
    bervariasi. Muka air sendiri naik sejak dini hari tadi.
    “Pertama
    di Kecamatan Periuk, yakni jalan utama Villa Mutiara Pluit, (±40 cm-
    01.43 WIB, Red). Yang terdampak jalan dan pemukiman,” ujar Mahdiar,
    Minggu 8 Maret 2026.
    Kemudian, sambung Mahdiar,
    jalan utama Danau Situ Bulakan dengan letinggian(±60 cm-02.40 WIB),
    jalan raya Duta Perum Taman Cibodas, Sangiang Jaya (±50cm-02.55 WIB).
    Lalu, jembatan Alamanda, Gerbang Raya (±150 cm-00.23 WIB).
    Kedua,
    lanjutnya, Kecamatan Cipondoh di Kampung Candulan RT.002/06, Petir (±70
    cm-20.47 WIB). Ketiga, Kecamatan Karang Tengah pada Komplek Ciledug
    Indah 1, Pedurenan (±80 cm- 04.07 WIB).
    “Keempat,
    Kecamatan Jatiuwung di RT.005/08, Alam Jaya (±60 cm – 01.28 WIB) dan
    Perum Magnolia, Jatake (±60 cm – 02.25 WIB). Kelimanya Kecamatan Ciledug
    di Perum Duren Villa, Sudimara Selatan (±50 cm – 01.34 WIB) dan Perum
    Griya Kencana, Sudimara Barat (±50 cm-02.05 WIB),” ucapnya.
    Mahdiar menyatakan, untuk yang keenam adalah Kecamatan Cibodas
    di Jalan Kalingga 1 RW.16, Uwung Jaya (±60 cm-01.37 WIB). Lalu Jalan
    Darmawangsa, Uwung Jaya (±60 cm – 01.38 WIB). Ditambah lagi RW 05 Taman
    Cibodas, Uwung Jaya (±60 cm – 04.38 WIB).
    “Ketujuh
    yaitu, Kecamatan Pinang di RT.001-RT.002/RW05, Panunggangan Utara (±40
    cm – 02.07 WIB, Red). Selain jalan umum, sebanyak 50 KK (Kepala
    Keluarga, Red) terdampak,” kata dia.
    Untuk yang
    kedelapan, masih menurut Mahdiar, Kecamatan Larangan di Perum Taman
    Cipulir Blok A4 No.15, Cipadu Jaya akibat tanggul jebol. Kesembilannya,
    Kecamatan Karawaci di RW 2,4, 6 dan 9, Kelurahan Karawaci Baru (±50 cm –
    04.20 WIB).
    “Terakhir yang ke-10 adalah Kecamatan
    Benda pada RW 11 dan 9 kelurahan Belendung (±60 cm – 04.20 WIB). Area
    yang terdampak bukan hanya jalan, namun juga pemukiman,” ujar Mahdiar.
    Menurut
    Mahdiar, penyebab banjir dipicu hujan deras mulai pukul 21.00 WIB pada
    Sabtu 7 Maret 2026 hingga Minggu 8 Maret 2026 pagi. Hujan terus menerus
    turun tanpa henti dan berpotensi kembali terjadi hujan lebat.
    “Mengungsi sebanyak 60 KK di RPH dan Mushola Petir, Cipondoh,
    dan juga di Masjid Ma’arif Petir, Cipondoh sebanyak 20 KK. Lalu, adapula
    yang mengungsi di GOR (Gedung Olah Raga, Red) Persada,” kata dia.
    Diketahui,
    banjir kembali ‘kepung’ Tangerang menjelang Lebaran/Idulfitri 1447
    Hijriyah. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur
    secara terus-menerus.
    “Jalan Gatot Subroto,
    Kecamatan Cibodas, tepatnya kolong fly over, Kota Tangerang, banjir
    setinggi lutut orang dewasa. Aliran Kali Sabi meluap dan banyak
    kendaraan tidak dapat melintas,” ujar Goniz, warga setempat, Sabtu 7
    Maret 2026.
    Alhasil, sambung Goni, kemacetan panjang
    karena tidak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat memutar balik
    menghindari banjir. “Akibat banyak kendaraan memutar arah membuat
    kemacetan panjang,” kata dia.
    Senada dialami Laras,
    warga Komplek Taman Asri, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Dia
    mengaku rumahnya dan ratusan warga lainnya terendam banjir menjelang
    sahur.
    “Air mulai naik kepemilikan menjelang makan
    sahur. Kamipun berusaha menyelamatkan barang-barang dirumah agar tidak
    kebanjiran,” ucapnya.

  • DLH Kota Tangerang Hentikan Aktivitas 4 TPS Ilegal di Neglasari

    DLH Kota Tangerang Hentikan Aktivitas 4 TPS Ilegal di Neglasari

    Area TPS ilegal yang telah ditertibkan dan dipasangi garis
    pembatas serta tanda larangan untuk mencegah aktivitas pengelolaan
    sampah tanpa izin. (Foto: Ist)

    KOTA TANGERANG KONTAK BANTEN  Pemerintah Kota Tangerang terus
    memperkuat upaya penertiban Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di berbagai
    wilayah. Terbaru, Pemkot Tangerang bekerja sama dengan Polres Metro
    Tangerang Kota menutup empat TPS yang diketahui beroperasi tanpa izin di
    Kecamatan Neglasari.

    Kepala
    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan
    bahwa penghentian aktivitas TPS ilegal tersebut merupakan langkah
    strategis untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan, khususnya di
    area sempadan Sungai Cisadane.

    “Kami
    telah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan operasional
    pengelolaan sampah di empat TPS ilegal. Petugas juga memasang garis PPLH
    dan plang penghentian kegiatan guna memastikan tidak ada lagi aktivitas
    pengolahan sampah ilegal yang berisiko mencemari lingkungan,” kata
    Wawan, Kamis (26/2/26).

    Ia
    menambahkan, proses penegakan aturan akan terus dilanjutkan sesuai
    ketentuan yang berlaku. Saat ini, pihak pengelola TPS ilegal telah
    dipanggil untuk menjalani pemeriksaan bersama pengawas dari DLH Kota
    Tangerang.

    “Seluruh pengelola yang terlibat sudah kami panggil untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur,” ujarnya.

    Pemkot
    Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pengolahan
    sampah tanpa izin, karena selain melanggar aturan, kegiatan tersebut
    berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan warga
    sekitar.