Kategori: Kota Serang

  • “Penyebab Banjir Kasemen Kota Serang Terungkap, Gorong-Gorong Mampet Puluhan Tahun Dijebol”

    “Penyebab Banjir Kasemen Kota Serang Terungkap, Gorong-Gorong Mampet Puluhan Tahun Dijebol”

     

    SERANG, KONTAK BANTEN — Penyebab banjir yang kerap merendam wilayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang akhirnya terungkap. Sumbatan sampah pada gorong-gorong di Lingkungan Kroya Lama, Kelurahan Kasunyatan, diduga menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air Kalimati Kroya selama puluhan tahun.

    Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung meninjau lokasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta Kepala UPTD Pengelolaan Jalan Jembatan Serang–Cilegon Tjetjep Hendrawan pada Senin (9/3/2026).

    Upaya penanganan membuahkan hasil. Pada Selasa (10/3/2026), petugas berhasil menjebol sumbatan gorong-gorong tersebut sehingga aliran air kembali mengalir normal.

    “Alhamdulillah berkat kolaborasi Pemkot Serang dan Pemprov Banten, sumbatan gorong-gorong yang sudah puluhan tahun mampet akhirnya tembus,” kata Budi.

    Ia menjelaskan, sumbatan itu menyebabkan air dari Kalimati Kroya meluap hingga merendam permukiman warga serta badan jalan di kawasan Jalan Banten Lama.

    Menurut Budi, penanganan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Andra Soni agar pemerintah bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga Kasemen.

    Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena penanganan banjir sebelumnya dinilai belum optimal.

    “Mohon maaf kepada masyarakat. Kami juga menangani banjir di beberapa lokasi lain,” ujarnya.

    Ia menambahkan, aliran Kalimati Kroya sebenarnya berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3). Meski demikian, Pemerintah Provinsi Banten turut membantu percepatan penanganan di lapangan.

    Ke depan, pemerintah berencana membangun jembatan yang lebih tinggi di kawasan Jalan Banten Lama melalui anggaran perubahan Pemprov Banten agar aliran air dapat mengalir lebih lancar.

    Selain itu, Pemerintah Kota Serang juga akan melanjutkan program normalisasi aliran Kali Ciwaka guna mengurangi potensi banjir di wilayah Kasemen.

  • Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Mathla’ul Anwar Sarankan Indonesia Keluar Board of Peace

    Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Mathla’ul Anwar Sarankan Indonesia Keluar Board of Peace

     

    Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar
    (PBMA) KH Embay Mulya Syarief

    SERANG KONTAK BANTEN – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar
    (PBMA) KH Embay Mulya Syarief mengutuk keras akan serangan Amerika
    Serikat – Israel terhadap Iran.

    Dimana, dalam serangan militer
    yang dilakukan sejak Sabtu 28 Februari 2026 kemarin itu telah membuat
    Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran gugur.

     “Kita sangat prihatin dengan kondisi global saat ini dan tentu kita
    harus memohon perlindungan kepada Allah SWT agar kita terlindungi dari
    dampak terjadinya perang antara AS-Israel dengan Iran,”kata Embay,
    Minggu 1 Maret 2026.

    Menurutnya,
    serang militer tidak boleh dibenarkan atas dalil apapun. Dirinya pun
    mendesak kepada Pemerintah untuk segera turun tangan, melakukan upaya
    mediasi agar ketegangan global ini tidak berlangsung berkepanjangan.

    “NKRI
    sebagai Negara non block harus berupaya memediasi dan jika perlu keluar
    dari Board of Peace (BoP) karena mustahil AS-Israel akan mentaati
    kesepakatan,”tandasnya.

    Lebih jauhnya, KH Embay mengimbau kepada seluruh warga Banten untuk
    saling bergandengan, dan melakukan istigosah mendoakan perdamaian di
    Bumi ini.

  • Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    BANTEN KONTAK BANTEN   Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Provinsi Banten menggelar
    Silaturahmi dan Sarasehan di Gedung Serba Guna DPRD Banten pada Rabu
    (11/02/2026), sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Muktamar
    XXI yang dijadwalkan pada April mendatang di Kota Serang. Sarasehan ini
    juga menjadi bagian dari persiapan Munas ke-6 Muslimat MA, yang
    diharapkan menjadi momentum penting dalam regenerasi dan penguatan
    peradaban umat.

    Dalam sambutannya, KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Umum PB MA,
    menggarisbawahi peran penting Mathla’ul Anwar, yang telah berdiri lebih
    dari 100 tahun, dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial untuk
    kemajuan umat Islam. “Organisasi ini lahir di Menes, Kabupaten
    Pandeglang, dan kini telah berkembang pesat, dengan fokus utama pada
    peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ujarnya. Dengan lebih dari
    satu abad berkontribusi dalam pendidikan dan sosial, Mathla’ul Anwar
    telah memperlihatkan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

    Asep Rohmatulloh, Ketua OC Muktamar XXI, menyatakan bahwa Muktamar
    XXI akan menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar, baik
    di tingkat nasional maupun internasional. “Melalui muktamar ini, kami
    berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi organisasi besar, tetapi
    juga dapat membawa dampak besar bagi umat,” ungkapnya.

    Walidan, Ketua Panitia Muktamar XXI, menambahkan bahwa acara
    sarasehan ini sangat strategis untuk memperkuat ukhuwah di kalangan
    anggota dan memperkokoh peran Mathla’ul Anwar di masyarakat. “Sarasehan
    ini sebagai bagian dari konsolidasi menuju Muktamar XXI dan Munas ke-6
    Muslimat, memperkokoh semangat organisasi dalam menghadapi tantangan
    zaman,” katanya.

    Dr. H. Komarudin, M.Si., Asda 1 Provinsi Banten, menambahkan,
    “Muktamar ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal penguatan
    peradaban umat. Mathla’ul Anwar harus menjadi contoh bagi ormas Islam
    lainnya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah, memperkuat
    ekosistem pendidikan, dan memajukan kesejahteraan sosial.”

    Imron Rosadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menekankan bahwa
    acara ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan gagasan strategis demi
    kemajuan Banten, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
    “Semoga muktamar yang akan datang bisa memperkuat Mathla’ul Anwar
    sebagai ormas Islam terbesar yang terus berkontribusi untuk Indonesia
    dan dunia,” tegas Imron dalam sambutannya.

    Namun, dalam acara ini, muncul beberapa kritik terkait eksistensi
    Mathla’ul Anwar di masyarakat. Prof. Syibli Sarjaya, mantan Rektor UIN
    Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengingatkan akan perlunya penguatan
    persatuan internal organisasi. “Mathla’ul Anwar masih dihitung, tetapi
    belum diperhitungkan,” tegasnya. Ia juga mengusulkan agar Mathla’ul
    Anwar memperbaiki konsolidasi organisasi serta penguatan kelembagaan,
    guna memperbesar daya saing organisasi ini dengan ormas-ormas besar
    lainnya.

    Dr. KH. Jazuli Juwaini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, menyoroti
    lemahnya keberadaan Mathla’ul Anwar di Provinsi Banten. “Eksistensi kita
    belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar
    Jazuli, sambil menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun
    agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.

    KH. Zaenal Abidin Suja’i, salah satu tokoh penting dalam Mathla’ul
    Anwar, juga menyoroti pentingnya peningkatan eksistensi organisasi di
    Provinsi Banten. “Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini
    menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Zaenal. Ia juga menambahkan bahwa
    citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal
    di Banten dan seluruh Indonesia.

    May Jen TNI (Pur), Wawan Ruswandi, menekankan bahwa penguatan
    pendidikan, dakwah, dan sosial harus menjadi prioritas utama agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    H. Taufikurohman, Ketua DPW MA Provinsi Banten, mengungkapkan
    pentingnya pembenahan sektor pendidikan, dakwah, dan sosial agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    Tokoh penting lainnya, Andi YH Djuwaeli, juga menegaskan bahwa
    penguatan pendidikan melalui madrasah harus menjadi prioritas utama
    dalam memastikan keberlanjutan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi.

    Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan doa bersama dan foto
    bersama sebagai simbol kesiapan seluruh elemen Mathla’ul Anwar dalam
    menyambut Muktamar XXI yang akan segera berlangsung. Sebagai moderator
    acara ini, Eko Supriatno, Dosen sekaligus penulis produktif UNMA Banten,
    bersama Dr. Eneng Humaeroh, Dekan Fakultas Agama UNMA Banten,
    menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan
    pemerintah dalam mewujudkan organisasi yang lebih besar dan lebih
    berpengaruh di masa depan.

    Warga Mathla’ul Anwar di Banten menunjukkan komitmen yang tinggi
    untuk menyukseskan Muktamar XXI dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar di
    masyarakat. Sarasehan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan regenerasi
    dan konsolidasi organisasi sudah dimulai. Mathla’ul Anwar siap
    menghadapi tantangan untuk menjadi ormas yang semakin besar dan berdaya
    saing di tingkat nasional dan internasional.*