membantu misi kemanusiaan di Gaza bersama TNI. Hal tersebut disampaikan Komandan Resimen Mahasiswa Jayakarta, Raden
Umar sebagai respon atas situasi krisis yang semakin memburuk di Gaza
dan kesiapan TNI berperan dalam perdamaian Palestina.
“Banyak
warga sipil Gaza membutuhkan bantuan mendesak. Personel Menwa yang
terlatih dalam berbagai keterampilan kemanusiaan siap berkolaborasi
dengan TNI untuk memberikan bantuan medis, logistik, serta dukungan
moral kepada penduduk yang terdampak konflik,” jelas Umar dalam
keterangannya, Selasa (25/6).
Partisipasi Menwa dalam misi kemanusiaan
ini menurutnya mengingatkan pada sejarah kontribusi Menwa dalam misi
internasional di masa silam.
“Pendahulu Menwa menorehkan sejarah
emasnya dengan terlibat aktif pada misi internasional, terutama pada
kontingen Garuda VIII di Sinai sebanyak 2 rotasi pada tahun 1978 dan
1979,” tuturnya.
Dia melanjutkan, pada masa itu, Menwa turut serta dalam operasi penjaga perdamaian yang dipimpin oleh PBB di Timur Tengah.
“Peran
anggota Menwa yang tergabung dalam pasukan PBB saat itu membantu
menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah yang dilanda konflik,” beber
dia.
Sementara, Kepala Staf Komando Nasional Resimen Mahasiswa
Indonesia (Konas), Arwani Deni menegaskan dengan kembali berpartisipasi
dalam misi kemanusiaan Gaza, menunjukkan komitmen dan solidaritasnya
dalam membantu para korban krisis perang Gaza.
“Misi ini bukan
hanya tentang memberikan bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan semangat
gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar tekad
pendirian Menwa,” tegasnya.
Dia berharap, Menhan dan Pimpinan TNI dapat merespons itikad baik ini.Semoga Bapak Menhan dan Pimpinan TNI dapat merespon itikad kesiapan
Menwa dalam memberikan dampak positif bagi penduduk Gaza, serta
memperkuat peran Indonesia sebagai negara yang peduli dan aktif dalam
upaya perdamaian dan kemanusiaan internasional,” tutupnya