Irna Narulita Pantau UNBK Tingkat SMP

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang, Hj. Irna
Narulita memantau ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat
Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang, Selasa
(24/4/2018). Sekolah pertama yang dikunjungi bupati yakni SMPN 1
Karangtanjung. Di lokasi bupati tampak memotivasi para siswa agar serius
dan konsentrasi mengisi soal ujian.
“Saya harap para siswa lebih teliti untuk mengisi soal-soal ujian.
Jangan lupa berdoa,” kata Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita seusai
memantau UNBK di SMPN 1 Karangtanjung dan MTs Model Kadulisung,
Pandeglang. Dalam monitoring UNBK, bupati sempat mengapresiasi
kebersihan di SMPN 1 Karangtanjung. “Ibu bangga lihat sekolah ini karena
tidak ada sampah sehelai pun yang berserakan,” ujarnya.
Menurut Irna, tidak saja kecerdasan dan kemampuan yang dapat
mendorong keberhasilan dalam belajar. Tetapi kedisiplinan dan kebersihan
bisa menjadi pemicu dalam semangat belajar. “Di sini mereka akan nyaman
belajar, dan sekolah adalah rumah kedua kita. Dari sekolah lah lahir
generasi unggul abad 21,” tuturnya.
Bupati meminta jika sesuatu yang baik ini harus ditularkan ke sekolah
lainnya yang ada di Pandeglang. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara
visitasi SMP lainnya ke SMPN 1 Karangtanjung. “Pak Olis (Kadis Dikbud),
saya ingin semua lingkungan SMP bersih seperti yang kita lihat di SMPN 1
Karangtanjung,” ujar bupati.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Karangtanjung, Ma’mun mengatakan, sejauh
ini memang ada penekanan khusus agar para siswa dan siswi meningkatkan
kesadaran akan kebersihan. Para siswa pun cukup antusias dan memiliki
kesadaran kebersihan yang baik. “Jika mereka membuang sampah sembarangan
tentu ada sanksi yang diberikan. Dengan demikian, siswa akan lebih
disiplin dan peduli kebersihan lingkungan,” tutur Ma’mun.
Menanggapi soal pengawasan, Ma’mun menjelaskan, selama ini pengawasan
dilakukan siswa sendiri. “Kami memberdayakan anggota Osis untuk
mengawasi. Jika ada yang buang sampah sembarangan, mereka harus
membersihkannya kembali,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Olis Solihin mengatakan, ke
depan SMPN 1 Karangtanjung akan dijadikan percontohan dalam tingkat
kebersihan. Sehingga sekolah lain bisa menerapkan sekolah berwawasan
bersih. “Nanti, kami akan sampaikan ini ke semua sekolah, agar visitasi
ke SMPN 1 Karangtanjung,” kata Olis.
Nebeng
Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban memantau
UNBK di SMKN 1 Pandeglang sebagai lokasi ujian bagi para siswa SMPN 1
Majasari, SMPN 1 Kaduhejo, dan SMPN 1 Cipeucang. Sementara di SMKN 2
Pandeglang digunakan tempat ujian siswa SMPN 1, SMPN 3 Pandeglang dan
SMPN 1 Banjar.
“UNBK tingkat SMP belum mempunyai fasilitas, sehingga harus nebeng ke
gedung SMA dan SMK. Karena ujian ini berbasis komputer dan online.
Makanya kemarin sempat ada keterlambatan sekitar satu jam. Tetapi akar
masalahnya bukan di kita namun dari pusat. Karena berbasis online, jadi
keterlambatan itu dari pemerintah pusat,” kata Wakil Bupati Pandeglang,
Tanto Warsno Arban.
Menurut dia, saat ini terjadi kendala komputer untuk UNBK tingkat
SMP. Karena Pemkab masih fokus bidang infrastruktur yaitu gedung sekolah
yang masih perlu dibangun maupun rehab. “Saya harap semua siswa-siswi
bisa lulus semua. Soal perlengkapan komputer, kita belum bisa
memenuhinya. Kita masih fokus membangun dan rehab gedung sekolah. Jika
kondisi gedung sudah bagus, baru untuk komputer kita pikirkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *