PANDEGLANG ( KONTAK BANTEN) – Partisipasi Masyarakat yang hadir dalam pemilihan
merupakan cerminan kualitas demokrasi di suatu daerah. Oleh sebab itu,
Jingle Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang dalam pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati tahun 2024 harus dapat mendorong peningkatan partisipasi
masyarakat.
“Ini merupakan upaya peningkatan partisipasi masyarakat melalui
sosialisasi yang intensif, edukasi pemilih , dan memastikan aksesbilitas
pemilihan bagi seluruh lapisan masayarakat terus dilakulan,” hal
demikian dikatakan Bupati Irna Narulita saat memberikan sambutan pada
kegiatan peluncuran jingle KPU di Stadion Badak Pandeglang, rabu
(5/6/24).
Menurut Bupati Irna, fungsi utama dari jingle adalah untuk
meningkatkan daya ingat masyarakat akan pilkada. Dengan memadukan melodi
yang mudah diingat dan lirik yang sederhana, jingle mampu menciptakan
pesan yang mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat.
“Hal ini akan membantu menanamkan kepada daya ingat masyarakat
sehingga dapat meningkatkan partisipasi pada pemilihan kepala daerah
tahun 2024,” ungkapnya.
“Tugas kita bersama mensukseskan jalannya pilkada, saya yakin petugas
akan lelah, kegiatan akan memerlukam tenaga pikiran dan waktu, kami
ucapkan terimakasih kepada seluruh penyalenggara,” ujarnya.
Sementara Nunung Nurazizah Ketua KPU Pandeglang mengatakan,
peluncuran jingle KPU pada Pilkada 2024 sebagai penanda bahwa pilkada
Kabupaten Pandeglang akan segera dilaksanakkan.
“Ini untuk pertama kalinya pilkada tahun ini secara serentak tanggal
27 nopember 2024. Kegiatan ini kami kemas dalam rangka soaialisasi
maskot dan jinggle yang akan digunakan dalam semua kegiatan dan
diseminasi informasi,” ungkapnya.
Dijelaskan Nunung Nurazizah pada pilkada kali ini KPU Pandeglang
mengusung tagline “Milih sing bener”. Tujuan dari tagline itu menurut
Nunung, setiap pemilu atau pilkada selalu ada surat suara yang tidak sah
entah sengaja atau tidak disengaja.
“Makanya kami milih tagline itu, yuk kita milih sing bener jangan
sampai suara yang kita coblos tidak sah karena cara memilihnya tidak
benar, tentu itu akan sia-sia dan sangat disayangkan, mari jadikan.(**)