JAKARTA ( KONTAK BANTEN) Koalisi Perubahan untuk Persatuan telah membangun strategi
untuk memenangkan Anies Baswedan. Kendati demikian, poros perubahan
perlu mengantisipasi masalah yang akan menerpa, di antaranya soal calon
wakil presiden.
JAKARTA KONTAK BANTEN) — Di tengah dinamika penjajakan koalisi yang dilakukan partai
politik pendukung pemerintahan, Koalisi Perubahan untuk Persatuan telah
menyiapkan strategi pemenangan. Strategi itu dibangun atas kesepakatan
tiga partai pendukung bakal calon presiden Anies Bawesdan
Anggota
Tim Kecil Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Sugeng Suparwoto
mengatakan, strategi dan pengaturan operasional dalam upaya pemenangan
Anies telah disiapkan. Strategi ini mengusung tema besar keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
”Kami
sekarang telah melangkah lebih jauh dengan merumuskan strategi serta
kebijakan yang telah diyakini bersama. Selain itu, KPP semakin kokoh
yang terlihat dari penandatanganan tiga ketua umum partai dalam piagam
koalisi,” ujar Sugeng yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem saat dihubungi di Jakarta, Selasa (25/4/2023).
Adapun KPP beranggotakan Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sugeng berharap, dinamika koalisi yang terjadi antara partai
pendukung pemerintah segera menemukan jalan keluar yang baik. Bahkan,
penambahan bakal calon presiden (capres) lain juga dapat dilakukan.
”Kami sekarang telah melangkah lebih jauh dengan merumuskan strategi
serta kebijakan yang telah diyakini bersama. Selain itu, KPP semakin
kokoh yang terlihat dari penandatanganan tiga ketua umum partai dalam
piagam koalisi. ”
”Lebih banyak calon, maka kian baik. Publik
dapat menentukan pilihannya secara rasional dengan cara membandingkan
calon yang satu dengan lainnya,” tuturnya.
Secara
spesifik, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menuturkan, strategi yang
dibahas oleh KPP merupakan analogi dari serangan udara, darat, dan
khusus. Serangan udara yang dimaksud ialah dengan mengonsolidasi
kekuatan berbasis media sosial. Hal ini menyasar kelompok muda yang
diperkirakan lebih dari 40 persen dari total pemilih.
KPP menargetkan dapat menghimpun
dua juta saksi untuk memenuhi kebutuhan sekitar 800.000 TPS. Terhitung,
relawan ini menyumbang sekitar 20 juta suara yang nantinya akan ditambah
dari mesin partai dan persona capres-cawapres.
Kelompok
muda, lanjut Mardani, akan diajak untuk berdiskusi mengenai kegiatan
kenegaraan yang baik, termasuk pemberantasan korupsi, pemerintahan,
layanan publik, dan lainnya. Semuanya ini, dilakukan di dunia maya.
Sementara itu, serangan darat berfokus pada pengumpulan sukarelawan atau saksi di setiap tempat pemugutan suara (TPS). Saksi ini sedikitnya berjumlah dua orang per TPS dan wajib ada untuk 16 provinsi prioritas yang telah ditentukan.
”Perekrutan saksi ini sudah dimulai karena
mereka juga akan berperan dalam masa kampanye mendatang. Satu orang
sukarelawan ditargetkan minimal 10 suara,” ungkap Mardani.
KPP
menargetkan dapat menghimpun dua juta saksi untuk memenuhi kebutuhan
sekitar 800.000 TPS. Terhitung, sukarelawan ini menyumbang sekitar 20
juta suara yang nantinya akan ditambah dari mesin partai dan persona
capres-cawapres.
Secara rinci, untuk formulanya menyesuaikan
rancangan koalisi. Seluruh partai anggota KPP akan turut menyumbang
saksi, tetapi PKS akan menjadi tulang belakangnya.
”Langkah
yang disusun memang sederhana, tetapi perlu dimaksimalkan dalam
eksekusinya. Kami bersyukur karena langkah KPP sudah lebih maju. Dengan
begitu, siapa pun cawapres pendamping Anies nantinya, seluruh tim sudah
siap menang,” kata Mardani.
Selain itu,
anggota KPP juga perlu bersilaturahmi mengunjungi baik partai-partai
lain maupun tokoh masyarakat setempat. Misalnya, tutur Mardani, Presiden
PKS Ahmad Syaikhu berencana untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa.
”Langkah yang disusun memang sederhana, tetapi perlu dimaksimalkan dalam
eksekusinya. Kami bersyukur karena langkah KPP sudah lebih maju. Dengan
begitu, siapa pun cawapres pendamping Anies nantinya, seluruh tim sudah
siap menang.
Perlu strategi khusus
Menurut
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno, strategi untuk
menghimpun saksi lazim digunakan setiap partai politik. KPP perlu
strategi khusus agar poros perubahan dapat diminati oleh parpol lainnya,
termasuk meningkatkan elektabilitas dan pendamping Anies.
”Cara yang paling mungkin adalah door-to-door campaign. Ini dengan cara datang ke rumah orang langsung dan menyosialisasikan jagoan mereka,” katanya.
Meskipun
strategi telah dibangun, KPP harus segera menyelesaikan masalah yang
berpotensi menerpa, khususnya cawapres pendamping Anies. KPP terus
berupaya mencari cawapres dari luar, di sisi lain Ketua Umum Partai
Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih kukuh untuk mendampingi Anies.



Tinggalkan Balasan