Pembangunan PLTU Jawa 9 dan10, Kuatkan Ekonomi Banten

 

BANTEN- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan kalangan pengusaha, meyakini pembangunan pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan 10, bisa
menjadi  menjadi solusi atasi pengangguran dan perekonomian daerah yang
terpuruk akibat pandemi yang berkepanjangan saat ini.



“Akan
segera dijalankannya pembangunan proyek (pembangkit) tenaga listrik
Jawa 9&10 ya baguslah dari sisi tenaga kerja. Sepanjang itu betul-
betul diawasi Disnaker bahwa yang diutamakan adalah tenaga kerja lokal,
itu betul-betul mengurangi pengangguran,”kata Ketua Himpunan Pengusaha
Pribumi Indonesia (HIPPI ) DPD Banten, Syaiful Bahri, Jumat (11/9/2020)



Hippi
menilai, pembangunan PLTU baru ini juga membuka celah bagi pengusaha
lokal untuk bisa berkecimpung dalam aneka ragam pekerjaan. Namun, dia
mengingatkan, agar pengusaha daerah juga harus mengevaluasi diri, dan
menambah  skill kompetensi. Jika memang tidak mampu, selayaknya
pengusaha lokal bekerjasama dengan pengusaha luar, yang mengedepankan
keiuktsertaan pekerja lokal.



Di
sisi lain, Syaiful juga mengingatkan pemerintah daerah. Adanya
investasi segar di Banten, menuntut kreatifitas dari pemerintah daerah
dalam mengelola dan menggali potensi ekonomi. Investasi juga menuntut
adanya regulasi yang baik. Salah satunya pajak, untuk bertambahnya
pendapatan asli daerah serta pengentasan pengangguran di daerah.



Inisiasi Pemulihan Ekonomi 

Provinsi
Banten sendiri tengah mengalami kesulitan keuangan. Target pendapatan
Pemerintah Provinsi Banten tahun 2020 turun, atau defisit pendapatan
sebesar Rp1,796 triliun, dengan rincian APBD tahun 2019 kemarin sebesar
Rp13,2 triliun turun menjadi Rp11,6 triliun pada APBD tahun 2020 ini. 



Terhadap
PSN ini, Pemerintah Provinsi Banten, menegaskan bahwa proyek strategis
nasional  memprioritaskan warga lokal sebagai pekerja.  Kepala Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al Hamidi
mengatakan, penyerapan warga  lokal ini, akan mendorong pendapatan per
kapita. Dengan begitu, kata dia, secara langsung ikut mendorong
pemulihan ekonomi dampak pandemi covid-19. 



“PSN
tetap memprioritaskan dalam rangka untuk tenaga lokal untuk mengerjakan
PSN,” kata Al Hamidi, di kesempatan terpisah, Kamis (10/9/2020). 



Dia
berharap, proyek PSN, termasuk PLTU Jawa 9&10 menginisiasi
pemulihan ekonomi di provinsi tersebut.  Selain itu, kata dia, PSN di
Banten juga berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Banten. 



“Jadi harapannya pemulihan ekonomi bagaimana sebanyak mungkin masyarakat bekerja, baik formal maupun informal,” ujarnya. 



Sebelumnya,
kelompok usaha Grup Barito Pacific Tbk menyatakan komitmen mendukung
pemulihan ekonomi dalam negeri. Salah satu upayanya adalah mendukung
terciptanya lapangan pekerjaan di Indonesia. Ini dilakukan melalui  PT.
Indo Raya Tenaga (IRT),  konsorsium  bersama anak usaha PLN, yakni PT
Indonesia Power,  yang siap menyerap sampai 10.000 tenaga kerja lokal
dan nasional. Konsorsium ini membangun dan mengelola PLTU Jawa 9&10
yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan. 



Dalam
pemberitaan, Presiden Direktur Barito Pacific, Agus Salim Pangestu
menyebutkan, seluruh tenaga kerja itu akan diserap IRT selama masa
konstruksi perusahaan pembangkit listrik 2 x 1000 MW berteknologi maju,
ultra super critical (USC), yang berlokasi di Suralaya, Banten



“Indo
Raya Tenaga adalah proyek strategis nasional yang akan menyerap ribuan
tenaga kerja, baik tenaga kerja biasa maupun tenaga kerja khusus seperti
engineer. Kami harapkan terciptanya lapangan kerja baru ini dapat
membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Agus
Salim Pangestu.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *