Metode Pengujian pada Gandum dan Benih Padi Dikembangkan di Cilegon

 

Kementerian Pertanian melalui Badan
Karantina Pertanian di Karantina Pertanian Cilegon dan Karantina
Pertanian Uji Terap (BUTTMKP) mengembangkan metode pengujian pada gandum
dan benih padi – foto istimewa

CILEGON – Kementerian
Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian di Karantina Pertanian
Cilegon dan Karantina Pertanian Uji Terap (BUTTMKP) mengembangkan metode
pengujian pada gandum dan benih padi.
Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum
Kusnila Dewi, menyebut pihaknya dan Karantina Pertanian Uji Terap saat
ini meningkatkan kerjasama dalam pengembangan metode pengujian
laboratorium.
Pengembangan itu, menurut Arum, terkait
metode standar dan khusus yang dilakukan untuk diterapkan dalam tindakan
karantina terhadap Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan
Karantina (MP OPTK).
“Saat ini Karantina Pertanian Cilegon
sedang menjalin kerjasama dengan Karantina Uji Terap ( BUTTMKP) dalam
melakukan pengembangan metode dan uji terap untuk pengujian dua
komoditas pertanian, yaitu gandum dan benih padi. Hal penting ini
dipergunakan sebagai bahan panduan teknis tindakan karantina MP OPTK,”
ujar Arum dalam keterangnnya, Minggu (28/6/2020).
Target pengujian itu, menurut Arum, untuk
memastikan ada tidaknya OPTK pada gandum yang kerap masuk dan keluar
melalui Karantina Pertanian Cilegon.
“Target pengujian kami adalah ada tidaknya
OPTK pada gandum, yaitu serangga, cendawan dan gulma. Adapun untuk benih
padi yang menjadi target OPTK adalah nematoda,” lanjut Arum.
Selain kerjasama dalam pengembangan
pengujian, menurut Arum, kedua belah pihak juga sepakat untuk
bekerjasama dalam penulisan karya tulis ilmiah, khususnya yang
menyangkut ruang lingkup laboratorium.
“Kita juga sepakat untuk melakukan
kerjasama dalam penulisan karya tulis ilmiah dari hasil temuan selama
pengujian laboratorium, pungkas Arum.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *