KPK Geledah Kantor Menteri Perdagangan

 

Caleg Petahana Golkar, Bowo Sidik Pangarso, saat ditahan KPK di Jakarta,
Kamis (28/3/2019) malam. Bowo terkena OTT terkait distribusi pupuk.

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) menggeledah kantor Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.
Penggeledahan ini merupakan buntut dari kasus dugaan suap yang menyeret
anggota Komisi VI DPR dari Golkar, Bowo Sidik Pangarso.
“KPK melakukan kegiatan penggeledahan di Kantor Kementerian
Perdagangan di ruang Menteri Perdagangan RI sejak pagi ini,” ucap Juru
Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (29/4/2019).
Menurut Febri, penggeledahan tersebut dilakukan untuk pengembangan
yang dilakukan penyidik dalam kasus dugaan suap tersangka Bowo.
Penggeladahan itu sendiri saat ini masih berlangsung. “Penggeledahan masih berlangsung,” tandas Febri.
Sebelumya, Bowo diduga menerima suap dari Marketing Manager Humpuss,
Asty Winasti, sebesar Rp89,4 juta, Rp221 juta dan  85,130 dolar AS. Suap
tersebut diberikan melalui rekan Bowo Pangarso, Indung. Bowo, Asty, dan
Indung sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Suap itu diduga agar Bowo Pangarso mempengaruhi PT Pupuk Indonesia
Logistik agar memberikan pekerjaan distribusi pupuk. Pekerjaan itu,
sebelumnya sudah pernah dikerjakan PT Humpuss, tapi masa kerja samanya
sudah berakhir.
Kesepakatan antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss untuk
distribusi pupuk kemudian kembali terjalin. Tepatnya, setelah ada
penandatanganan MoU pada 26 Februari 2019.
Suap diberikan agar Pupuk Indonesia memakai jasa PT Humpuss
Transportasi Kimia untuk mendistribusikan pupuk. Pada saat penangkapan
Bowo, KPK menemukan uang total Rp8 miliar dalam 400 ribu amplop yang
dibungkus 84 kardus. Uang itu terdiri dari pecahan Rp20 ribu, Rp50 ribu,
Rp100 ribu. KPK menduga uang itu akan dipakai Bowo Pangarso untuk
‘serangan fajar’ dalam Pemilu 2019.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *