Bappenas Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Sirkular 2025-2045

 

 
JAKARTA ( KONTAK BANTEN)   Indonesia berkomitmen mengatasi perubahan iklim dengan menjaga
kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, sesuai dengan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) pun meluncurkan Peta Jalan &
Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025-2045.

Selain
itu, PNN/Bappenas juga meluncurkan Peta Jalan Pengelolaan Susut dan
Sisa Pangan Dalam Mendukung Pencapaian Ketahanan Pangan Menuju Indonesia
Emas 2045.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso
Monoarfa mengatakan, diluncurkannya dua peta jalan itu berkat kerja sama
dengan berbagai pihak.

Ia berharap generasi mendatang memperoleh manfaat berkat upaya tersebut.

Penurunan
intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) menuju emisi net zero (net zero
emission) dilakukan melalui ekonomi hijau yang berlandaskan pembangunan
rendah karbon dan berketahanan iklim.

Sebagai salah satu strategi
untuk mewujudkan ekonomi hijau, ekonomi sirkular akan mendorong
penerapan 9R (Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish,
Remanufacture, Repurpose, dan Recycle) yang mencakup intervensi di
seluruh rantai nilai (value chain).

Menurutnya, penerapan ekonomi
sirkular yang diterapkan pada lima prioritas, yaitu pangan, elektronik,
kemasan plastik, konstruksi, dan tekstil, akan memberikan manfaat.

“Beberapa
manfaat tersebut adalah peningkatan produk domestik bruto (PDB) hingga
Rp638 triliun pada 2030, penciptaan 4,4 juta lapangan kerja hijau dengan
75 persen merupakan tenaga kerja perempuan hingga 2030, hingga
kontribusi pada penurunan emisi GRK sebesar 126 juta ton
karbondioksida,” ujar Suharso Monoarfa dalam Green Economy Expo 2024 di
Jakarta, Rabu (3/7).Pada sektor pangan, pengendalian susut dan sisa pangan menjadi salah
satu strategi intervensi prioritas yang dapat menekan jumlah timbulan
sampah sebesar 18-52 persen dibandingkan business as usual pada 2030,
mencegah risiko kehilangan ekonomi sekitar Rp231 triliun-Rp551 triliun
per tahun

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *