LEBAK, (KB).- Peredaran narkoba di Kabupaten Lebak
kian mengkhawatirkan. Kalangan pelajar di sekolah menjadi sasaran
‘empuk’ para pengedar. Bahkan, saat ini banyak pelajar yang sudah
terindikasi terpapar penggunaan obat yang dilarang peredarannya.
kian mengkhawatirkan. Kalangan pelajar di sekolah menjadi sasaran
‘empuk’ para pengedar. Bahkan, saat ini banyak pelajar yang sudah
terindikasi terpapar penggunaan obat yang dilarang peredarannya.
“Peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Pelajar menjadi
sasaran empuk para pengedar, khususnya obat-obatan yang dilarang
peredarannya,” kata Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Anti
Narkotika (DPD-Perank) Lebak, Yudistira saat sosialisasi anti narkoba di
sejumlah Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) di wilayah Lebak
Selatan, Kamis (17/10/2019).
sasaran empuk para pengedar, khususnya obat-obatan yang dilarang
peredarannya,” kata Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Anti
Narkotika (DPD-Perank) Lebak, Yudistira saat sosialisasi anti narkoba di
sejumlah Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama (SLTP) di wilayah Lebak
Selatan, Kamis (17/10/2019).
Menurut Yudi, peredaran narkoba jenis obat terlarang seperti eximer
dan lainnya terpapar kepada kalangan pelajar. Karena, harga jenis
obat-obat tersebut relatif murah. Pelajar yang lemah dalam pengawasan,
baik sekolah maupun orangtua sangat rentan terpapar penggunaan obat
terlarang itu. “Sekarang saja, banyak pelajar yang terindikasi terpapar
penggunaan jenis obat-obatan terlarang itu,” ujarnya.
dan lainnya terpapar kepada kalangan pelajar. Karena, harga jenis
obat-obat tersebut relatif murah. Pelajar yang lemah dalam pengawasan,
baik sekolah maupun orangtua sangat rentan terpapar penggunaan obat
terlarang itu. “Sekarang saja, banyak pelajar yang terindikasi terpapar
penggunaan jenis obat-obatan terlarang itu,” ujarnya.
Oleh karenanya, upaya sosialisasi secara masif tentang bahaya narkoba
harus terus dilakukan. Masyarakat, khususnya pelajar perlu diberikan
edukasi dan pemahaman mengenai bahaya menggunakan narkoba jenis apapun
itu.
harus terus dilakukan. Masyarakat, khususnya pelajar perlu diberikan
edukasi dan pemahaman mengenai bahaya menggunakan narkoba jenis apapun
itu.
Aparat hukum harus menyikapi masalah ini, sebab peredaran narkoba
sudah masuk pada sendi-sendi utama, yaitu kalangan pelajar yang
nerupakan generasi penerus bangsa. “Harus disikapi, karena memerangi
narkoba merupakan tugas bersama,” ucapnya.
sudah masuk pada sendi-sendi utama, yaitu kalangan pelajar yang
nerupakan generasi penerus bangsa. “Harus disikapi, karena memerangi
narkoba merupakan tugas bersama,” ucapnya.
Ketua DPD Perank Didi Ariandi menambahkan, kegiatan sosialisasi ini
sejalan dengan program pokok dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Semua
pihak harus ikut terlibat dalam pemberantasan narkoba hingga ke
akar-akarnya. “Ini merupakan tugas kita bersama. Pencegahan harus
dimulai di lingkungan terkecil seperti, keluarga dan sekolah,” tuturnya.
sejalan dengan program pokok dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Semua
pihak harus ikut terlibat dalam pemberantasan narkoba hingga ke
akar-akarnya. “Ini merupakan tugas kita bersama. Pencegahan harus
dimulai di lingkungan terkecil seperti, keluarga dan sekolah,” tuturnya.
Rencananya, sosialisasi pencegahan anti narkoba akan berlangsung
selama dua bulan sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan pihak BNN
kepada Perank. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas semua dukungan
dari semua pihak selama penyelenggaraan berlangsung. “Penggunaan narkoba
sejenis obat-obatan golongan daftar G psikotropika di wilayah Lebak
Selatan cukup mengkhawatirkan, dan ini harus disikapi,” katanya.
selama dua bulan sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan pihak BNN
kepada Perank. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas semua dukungan
dari semua pihak selama penyelenggaraan berlangsung. “Penggunaan narkoba
sejenis obat-obatan golongan daftar G psikotropika di wilayah Lebak
Selatan cukup mengkhawatirkan, dan ini harus disikapi,” katanya.
Sementara, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi sekaligus Kepala Badan
Narkotika Kabupaten (BNK) mengapresiasi gerakan sosialisasi anti narkoba
yang diprakarsai oleh Perank. Kegiatan tersebut tentu sangat positif
karena para pelajar perlu edukasi dan pemahaman mengenai bahaya
penggunaan narkoba. “Memerangi narkoba adalah tugas bersama. Saya sangat
mengapresiasi kegiatan sosialisasi anti narkoba yang digagas Perank,”
ujarnya.
Narkotika Kabupaten (BNK) mengapresiasi gerakan sosialisasi anti narkoba
yang diprakarsai oleh Perank. Kegiatan tersebut tentu sangat positif
karena para pelajar perlu edukasi dan pemahaman mengenai bahaya
penggunaan narkoba. “Memerangi narkoba adalah tugas bersama. Saya sangat
mengapresiasi kegiatan sosialisasi anti narkoba yang digagas Perank,”
ujarnya.

Tinggalkan Balasan