Tim U-20 Hadapi Moldova di Turki

 

JAKARTA – Tim Indonesia U-20 siap
menghadapi Moldova dalam laga uji coba di Turki, Selasa (1/11). “Kami
mempersiapkan tim agar mendapat hasil baik,” ujar pelatih tim Indonesia
U-20 Shin Tae-yong dikutip situs resmi PSSI, Senin (31/10). Shin
memastikan tidak dapat memberi kesempatan kepada semua pemain tampil di
pertandingan tersebut.

Namun, pelatih asal Korea Selatan itu
memastikan anak-anak asuhnya dalam kondisi sehat dan bugar untuk
melawan Moldova. “Seluruh pemain sudah bekerja keras. Akan tetapi,
sangat disayangkan kami tidak dapat memberikan kesempatan kepada
mereka,” jelas Shin.

Pemain tim Indonesia U-20, Robi Darwis, menegaskan
bersama rekan-rekannya merasakan perubahan besar setelah latihan dan uji
coba di Turki. Kini, skuad berjuluk “Garuda Nusantara” mempunyai
kualitas fisik dan mental lebih bagus. Kami lebih matang dan terus
berusaha lebih baik dalam laga-laga selanjutnya,” ujar Robi.

Tim Indonesia U-20 sudah menjalani dua laga uji coba
sejak memulai TC di Turki 16 Oktober 2022. “Garuda Nusantara”
menundukkan klub lokal Turki Cakallikli Spor dengan skor 2-1 hari Senin
(24/10). Dua hari setelahnya, tim Indonsia U-20 takluk 1-2 pada tuan
rumah Turki.

Marselino Ferdinan dan kawan-kawan diagendakan menjalani
empat laga uji coba selama pemusatan latihan di Turki yaitu menghadapi
Cakallikli Spor, timnas U-20 Turki serta dua kali melawan timnas U-20
Moldova pada 1 dan 4 November 2022. Tim Indonesia U-20 diagendakan
berlatih dan beruji coba di Turki serta Spanyol selama dua bulan sebagai
persiapan menuju Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 2023.

TC di Turki akan digelar sampai 4 November 2022.
Setelah itu, TC dilanjutkan di Spanyol hingga 4 Desember 2022. Piala
Asia U-20 2023 akan digelar 1-18 Maret 2023 di Uzbekistan. Adapun Piala
Dunia U-20 2023 berlangsung pada 20 Mei-11 Juni 2023 di Indonesia.

Pertajam Komunikasi

Sementara itu, pemain tim Indonesia
U-20 lain, Dony Tri Pamungkas, mengatakan harus mempertajam komunikasi
di lapangan supaya tampil lebih terorganisasi dan efektif. “Kami harus
memperbaiki komunikasi lapangan agar bermain lebih oke dan kompak,” ujar Dony.
Pesepak bola berusia 17 tahun itu tidak ingin situasi seperti saat
takluk 1-2 dari tim U-20 Turki, terulang. Dalam pertandingan itu, Dony
mencetak satu-satunya gol Indonesia. “Hasilnya mengecewakan, tetapi kami
sudah berusaha. Kami akan lebih baik ke depan,” ujar pemain klub
Persija itu.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *