Hal itu disampaikan Kepala Staf Menwa Indonesia, M. Arwani Deni dalam keterangan tertulis dilansir dari Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (5/1).
“Kami
sebagai mahasiswa dan rakyat Indonesia yang terdidik dan terlatih dalam
belanegara wajib untuk ikut serta dalam pembelaan negara demi utuh dan
tegaknya NKRI yang kita cintai bersama,” ujar Arwani.
Aksi Menwa ini akan diikuti sekitar 500 anggota Menwa Indonesia.
Setidaknya, ada tiga tuntutan yang dibawa saat aksi besok.
Pertama, massa menuntut pencabutan klaim pemerintah komunis China terhadap wilayah Perairan Natuna, Kepulauan Riau.
Kedua,
massa menuntut permohonan maaf Pemerintah Komunis China kepada
pemerintah dan segenap rakyat Indonesia terhadap klaim sepihak atas
Perairan Natuna.
Ketiga, apabila dalam waktu 2×24 jam Kedubes
China tidak meminta maaf dan mencabut klaim sepihaknya atas perairan
Natuna, Menwa Indonesia akan mengepung Kedubes China di Jakarta dan
men-sweeping aset-aset Pemerintah Komunis China maupun WNA China yang
ada di wilayah NKRI.
Diketahui, Natuna tengah jadi perbincangan
setelah kapal-kapal nelayan dan Coast Guard China masuk ke wilayah Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Kepulauan Natuna.
China
mengklaim kapal mereka tak melanggar kedaulatan Indonesia dengan dasar
yang dipakai Negeri Tirai Bambu mengklaim perairan Natuna adalah
sembilan garis putus-putus atau nine dashed-lines.

Tinggalkan Balasan