Kategori: Tangerang Raya

  • Pemkot Tangsel Siapkan 6 Posko Mudik Lebaran 2026

    Pemkot Tangsel Siapkan 6 Posko Mudik Lebaran 2026

     

    PAMULANG, KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan enam posko mudik untuk mengantisipasi arus kendaraan selama Idulfitri 2026.

    Posko tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, yakni German Center BSD, Simpang Empat Muncul, Pamulang Square, Flyover Ciputat, kawasan Bintaro, serta Alam Sutera Town Center.

    Posko-posko tersebut akan beroperasi selama dua pekan, mulai 13 hingga 26 Maret 2026.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan pihaknya menyiagakan sekitar 85 personel yang bertugas secara bergantian setiap hari.

    Para petugas akan memantau kondisi lalu lintas, membantu pengaturan kendaraan di titik rawan kemacetan, serta memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat yang melintas di wilayah Tangsel selama masa libur Lebaran.

    Menurut Ayep, keberadaan posko tersebut penting karena Tangerang Selatan menjadi salah satu wilayah perlintasan kendaraan menuju berbagai daerah di sekitarnya.

    “Posko mudik akan ditempatkan di beberapa titik strategis yang menjadi jalur utama mobilitas kendaraan selama musim mudik,” ujarnya, Minggu (15/3).

    Ia menambahkan, posko mudik juga berfungsi sebagai pusat koordinasi berbagai unsur yang terlibat dalam pengamanan arus Lebaran, seperti kepolisian, dinas kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, pramuka, hingga unsur masyarakat.

    Selain memantau lalu lintas, posko tersebut juga menjadi titik penanganan awal apabila terjadi insiden di lapangan serta pusat pelaporan kondisi secara cepat kepada pimpinan.

    “Melalui posko ini, kami bisa memantau situasi di lapangan sekaligus mempercepat koordinasi jika terjadi gangguan lalu lintas atau kejadian darurat,” jelasnya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap keberadaan posko mudik tersebut dapat membantu menciptakan mobilitas masyarakat yang lebih tertib, aman, dan lancar selama libur Idulfitri.

  • Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    BANTEN KONTAK BANTEN   Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Provinsi Banten menggelar
    Silaturahmi dan Sarasehan di Gedung Serba Guna DPRD Banten pada Rabu
    (11/02/2026), sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Muktamar
    XXI yang dijadwalkan pada April mendatang di Kota Serang. Sarasehan ini
    juga menjadi bagian dari persiapan Munas ke-6 Muslimat MA, yang
    diharapkan menjadi momentum penting dalam regenerasi dan penguatan
    peradaban umat.

    Dalam sambutannya, KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Umum PB MA,
    menggarisbawahi peran penting Mathla’ul Anwar, yang telah berdiri lebih
    dari 100 tahun, dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial untuk
    kemajuan umat Islam. “Organisasi ini lahir di Menes, Kabupaten
    Pandeglang, dan kini telah berkembang pesat, dengan fokus utama pada
    peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ujarnya. Dengan lebih dari
    satu abad berkontribusi dalam pendidikan dan sosial, Mathla’ul Anwar
    telah memperlihatkan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

    Asep Rohmatulloh, Ketua OC Muktamar XXI, menyatakan bahwa Muktamar
    XXI akan menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar, baik
    di tingkat nasional maupun internasional. “Melalui muktamar ini, kami
    berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi organisasi besar, tetapi
    juga dapat membawa dampak besar bagi umat,” ungkapnya.

    Walidan, Ketua Panitia Muktamar XXI, menambahkan bahwa acara
    sarasehan ini sangat strategis untuk memperkuat ukhuwah di kalangan
    anggota dan memperkokoh peran Mathla’ul Anwar di masyarakat. “Sarasehan
    ini sebagai bagian dari konsolidasi menuju Muktamar XXI dan Munas ke-6
    Muslimat, memperkokoh semangat organisasi dalam menghadapi tantangan
    zaman,” katanya.

    Dr. H. Komarudin, M.Si., Asda 1 Provinsi Banten, menambahkan,
    “Muktamar ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal penguatan
    peradaban umat. Mathla’ul Anwar harus menjadi contoh bagi ormas Islam
    lainnya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah, memperkuat
    ekosistem pendidikan, dan memajukan kesejahteraan sosial.”

    Imron Rosadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menekankan bahwa
    acara ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan gagasan strategis demi
    kemajuan Banten, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
    “Semoga muktamar yang akan datang bisa memperkuat Mathla’ul Anwar
    sebagai ormas Islam terbesar yang terus berkontribusi untuk Indonesia
    dan dunia,” tegas Imron dalam sambutannya.

    Namun, dalam acara ini, muncul beberapa kritik terkait eksistensi
    Mathla’ul Anwar di masyarakat. Prof. Syibli Sarjaya, mantan Rektor UIN
    Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengingatkan akan perlunya penguatan
    persatuan internal organisasi. “Mathla’ul Anwar masih dihitung, tetapi
    belum diperhitungkan,” tegasnya. Ia juga mengusulkan agar Mathla’ul
    Anwar memperbaiki konsolidasi organisasi serta penguatan kelembagaan,
    guna memperbesar daya saing organisasi ini dengan ormas-ormas besar
    lainnya.

    Dr. KH. Jazuli Juwaini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, menyoroti
    lemahnya keberadaan Mathla’ul Anwar di Provinsi Banten. “Eksistensi kita
    belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar
    Jazuli, sambil menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun
    agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.

    KH. Zaenal Abidin Suja’i, salah satu tokoh penting dalam Mathla’ul
    Anwar, juga menyoroti pentingnya peningkatan eksistensi organisasi di
    Provinsi Banten. “Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini
    menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Zaenal. Ia juga menambahkan bahwa
    citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal
    di Banten dan seluruh Indonesia.

    May Jen TNI (Pur), Wawan Ruswandi, menekankan bahwa penguatan
    pendidikan, dakwah, dan sosial harus menjadi prioritas utama agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    H. Taufikurohman, Ketua DPW MA Provinsi Banten, mengungkapkan
    pentingnya pembenahan sektor pendidikan, dakwah, dan sosial agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    Tokoh penting lainnya, Andi YH Djuwaeli, juga menegaskan bahwa
    penguatan pendidikan melalui madrasah harus menjadi prioritas utama
    dalam memastikan keberlanjutan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi.

    Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan doa bersama dan foto
    bersama sebagai simbol kesiapan seluruh elemen Mathla’ul Anwar dalam
    menyambut Muktamar XXI yang akan segera berlangsung. Sebagai moderator
    acara ini, Eko Supriatno, Dosen sekaligus penulis produktif UNMA Banten,
    bersama Dr. Eneng Humaeroh, Dekan Fakultas Agama UNMA Banten,
    menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan
    pemerintah dalam mewujudkan organisasi yang lebih besar dan lebih
    berpengaruh di masa depan.

    Warga Mathla’ul Anwar di Banten menunjukkan komitmen yang tinggi
    untuk menyukseskan Muktamar XXI dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar di
    masyarakat. Sarasehan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan regenerasi
    dan konsolidasi organisasi sudah dimulai. Mathla’ul Anwar siap
    menghadapi tantangan untuk menjadi ormas yang semakin besar dan berdaya
    saing di tingkat nasional dan internasional.*