Kategori: Politik

  • “Gerindra Minta Seluruh Kader Kawal Program Presiden Prabowo Subianto”

    “Gerindra Minta Seluruh Kader Kawal Program Presiden Prabowo Subianto”

     

    Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Wahyu Dewanto. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

     JAKARTA, KONTAK BANTEN – Seluruh kader Partai Gerindra diminta untuk mendukung dan mengawal program kerja Presiden Prabowo Subianto demi memastikan keberhasilan berbagai kebijakan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

    Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Wahyu Dewanto, saat bersilaturahmi dengan pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Jakarta Selatan, Rabu malam (11/3/2026).

    Menurut Wahyu, kader Gerindra di berbagai daerah harus mampu menjadi ujung tombak sekaligus garda terdepan dalam menyukseskan program pemerintah yang bertujuan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

    “Kader Gerindra di mana pun berada harus menjadi ujung tombak dalam mendukung program Presiden Prabowo menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Wahyu, dikutip Kamis (12/3/2026).

    Ia menegaskan, seluruh kader partai harus satu komando dalam mengamankan dan mengawal berbagai program strategis pemerintah.

    Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, serta berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Wahyu, program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak.

    “Kalau gizinya baik, maka kualitas pendidikan mereka juga akan meningkat,” ujarnya.

    Selain itu, kader juga diminta untuk turut mendukung sejumlah program lainnya seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digagas pemerintah.

    Program pembangunan rumah sakit berkualitas juga menjadi salah satu agenda yang perlu mendapat dukungan dari seluruh kader partai.

    Wahyu berharap, dengan semangat kebersamaan dan loyalitas terhadap garis perjuangan partai, kader Gerindra dapat terus bekerja di tengah masyarakat, menyerap aspirasi warga, sekaligus memastikan berbagai program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta.

  • Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    BANTEN KONTAK BANTEN   Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Provinsi Banten menggelar
    Silaturahmi dan Sarasehan di Gedung Serba Guna DPRD Banten pada Rabu
    (11/02/2026), sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Muktamar
    XXI yang dijadwalkan pada April mendatang di Kota Serang. Sarasehan ini
    juga menjadi bagian dari persiapan Munas ke-6 Muslimat MA, yang
    diharapkan menjadi momentum penting dalam regenerasi dan penguatan
    peradaban umat.

    Dalam sambutannya, KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Umum PB MA,
    menggarisbawahi peran penting Mathla’ul Anwar, yang telah berdiri lebih
    dari 100 tahun, dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial untuk
    kemajuan umat Islam. “Organisasi ini lahir di Menes, Kabupaten
    Pandeglang, dan kini telah berkembang pesat, dengan fokus utama pada
    peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ujarnya. Dengan lebih dari
    satu abad berkontribusi dalam pendidikan dan sosial, Mathla’ul Anwar
    telah memperlihatkan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

    Asep Rohmatulloh, Ketua OC Muktamar XXI, menyatakan bahwa Muktamar
    XXI akan menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar, baik
    di tingkat nasional maupun internasional. “Melalui muktamar ini, kami
    berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi organisasi besar, tetapi
    juga dapat membawa dampak besar bagi umat,” ungkapnya.

    Walidan, Ketua Panitia Muktamar XXI, menambahkan bahwa acara
    sarasehan ini sangat strategis untuk memperkuat ukhuwah di kalangan
    anggota dan memperkokoh peran Mathla’ul Anwar di masyarakat. “Sarasehan
    ini sebagai bagian dari konsolidasi menuju Muktamar XXI dan Munas ke-6
    Muslimat, memperkokoh semangat organisasi dalam menghadapi tantangan
    zaman,” katanya.

    Dr. H. Komarudin, M.Si., Asda 1 Provinsi Banten, menambahkan,
    “Muktamar ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal penguatan
    peradaban umat. Mathla’ul Anwar harus menjadi contoh bagi ormas Islam
    lainnya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah, memperkuat
    ekosistem pendidikan, dan memajukan kesejahteraan sosial.”

    Imron Rosadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menekankan bahwa
    acara ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan gagasan strategis demi
    kemajuan Banten, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
    “Semoga muktamar yang akan datang bisa memperkuat Mathla’ul Anwar
    sebagai ormas Islam terbesar yang terus berkontribusi untuk Indonesia
    dan dunia,” tegas Imron dalam sambutannya.

    Namun, dalam acara ini, muncul beberapa kritik terkait eksistensi
    Mathla’ul Anwar di masyarakat. Prof. Syibli Sarjaya, mantan Rektor UIN
    Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengingatkan akan perlunya penguatan
    persatuan internal organisasi. “Mathla’ul Anwar masih dihitung, tetapi
    belum diperhitungkan,” tegasnya. Ia juga mengusulkan agar Mathla’ul
    Anwar memperbaiki konsolidasi organisasi serta penguatan kelembagaan,
    guna memperbesar daya saing organisasi ini dengan ormas-ormas besar
    lainnya.

    Dr. KH. Jazuli Juwaini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, menyoroti
    lemahnya keberadaan Mathla’ul Anwar di Provinsi Banten. “Eksistensi kita
    belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar
    Jazuli, sambil menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun
    agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.

    KH. Zaenal Abidin Suja’i, salah satu tokoh penting dalam Mathla’ul
    Anwar, juga menyoroti pentingnya peningkatan eksistensi organisasi di
    Provinsi Banten. “Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini
    menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Zaenal. Ia juga menambahkan bahwa
    citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal
    di Banten dan seluruh Indonesia.

    May Jen TNI (Pur), Wawan Ruswandi, menekankan bahwa penguatan
    pendidikan, dakwah, dan sosial harus menjadi prioritas utama agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    H. Taufikurohman, Ketua DPW MA Provinsi Banten, mengungkapkan
    pentingnya pembenahan sektor pendidikan, dakwah, dan sosial agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    Tokoh penting lainnya, Andi YH Djuwaeli, juga menegaskan bahwa
    penguatan pendidikan melalui madrasah harus menjadi prioritas utama
    dalam memastikan keberlanjutan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi.

    Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan doa bersama dan foto
    bersama sebagai simbol kesiapan seluruh elemen Mathla’ul Anwar dalam
    menyambut Muktamar XXI yang akan segera berlangsung. Sebagai moderator
    acara ini, Eko Supriatno, Dosen sekaligus penulis produktif UNMA Banten,
    bersama Dr. Eneng Humaeroh, Dekan Fakultas Agama UNMA Banten,
    menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan
    pemerintah dalam mewujudkan organisasi yang lebih besar dan lebih
    berpengaruh di masa depan.

    Warga Mathla’ul Anwar di Banten menunjukkan komitmen yang tinggi
    untuk menyukseskan Muktamar XXI dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar di
    masyarakat. Sarasehan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan regenerasi
    dan konsolidasi organisasi sudah dimulai. Mathla’ul Anwar siap
    menghadapi tantangan untuk menjadi ormas yang semakin besar dan berdaya
    saing di tingkat nasional dan internasional.*