Kategori: Lebak

  • Silaturahmi Nasional Keluarga Besar Jejeran Mancak ke-21 Digelar di Pandeglang

    Suasana Silaturahmi Nasional (Silatnas) Keluarga Besar Jejeran Mancak ke-21 di Pondok Pesantren Citerep, Kabupaten Pandeglang, Senin (23/3/2026). Acara diisi dengan sambutan, doa bersama, serta ramah tamah yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah sebagai upaya mempererat tali persaudaraan dan melestarikan nilai kekeluargaan. (Foto: Istimewa)


    LEBAK KONTAK BANTEN  23 Maret 2026 — Keluarga besar Jejeran Mancak kembali menggelar acara tahunan Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-21 yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Citerep, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu (23/3/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

    Acara Silatnas merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antar keturunan Mancak, Serang, yang kini telah tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian nilai-nilai tradisi, budaya, dan semangat kebersamaan lintas generasi.

    Ketua panitia pelaksana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Kabupaten Pandeglang sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini merupakan bagian dari sistem rotasi wilayah. Hal ini dilakukan agar seluruh anggota keluarga besar Jejeran Mancak di berbagai daerah dapat merasakan kebersamaan secara langsung.

    “Silatnas bukan sekadar pertemuan, tetapi momentum untuk memperkuat identitas, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian sosial,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai agenda, antara lain doa bersama dan istighosah, santunan bagi anak yatim, serta sesi ramah tamah yang mempertemukan berbagai generasi keluarga. Selain itu, turut dilaksanakan diskusi dan pembahasan program sosial yang akan dijalankan oleh organisasi keluarga ke depan.

    Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari tokoh masyarakat serta perwakilan pemerintah daerah yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kohesi sosial dan nilai kekeluargaan di wilayah Banten.

    Dengan terselenggaranya Silatnas ke-21 ini, diharapkan hubungan antar anggota keluarga besar Jejeran Mancak semakin erat, serta nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

  • Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menghadiri kegiatan Tarawih Keliling di Masjid Al Ihsan

    Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menghadiri kegiatan Tarawih Keliling di Masjid Al Ihsan

    KAB LEBAK KONTAK BANTEN  Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menghadiri kegiatan Tarawih Keliling
    di Masjid Al Ihsan, Desa Lebak Asih, Kecamatan Curugbitung, Selasa 24
    Februari 2026.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Lebak.

    Tarawih Keliling atau Tarling rutin dilaksanakan selama bulan suci
    Ramadan. Program ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah
    daerah dan masyarakat hingga tingkat desa.

    Wabup
    Amir Hamzah menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar ibadah bersama.
    Kegiatan ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara
    langsung.

    “Melalui Tarling ini, kami ingin hadir lebih dekat
    dengan masyarakat, mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga, serta
    memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Lebak yang religius
    dan sejahtera,” ujar Wakil Bupati.

    Ia
    mengajak warga menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan
    keimanan. Selain itu, bulan suci juga diharapkan memperkuat kepedulian
    sosial dan kebersamaan.

    Ketua DKM Masjid Al Ihsan KH Toyib
    menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wakil Bupati dan jajaran Pemkab
    Lebak. Ia berharap kunjungan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat
    Desa Lebak Asih.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas
    kunjungan Bapak Wakil Bupati. Kehadiran pemerintah daerah di tengah
    masyarakat seperti ini memberikan motivasi bagi kami untuk terus
    memakmurkan masjid serta memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai
    keagamaan di lingkungan Desa Lebak Asih,” ungkapnya.

    Pada
    kesempatan itu, Pemkab Lebak juga menyerahkan bantuan keagamaan kepada
    pengurus masjid. Turut hadir unsur Forkopimcam Curugbitung, kepala OPD
    terkait, FKUB, MUI, Baznas Lebak, para kepala desa, tokoh masyarakat,
    serta warga setempat.

  • Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    BANTEN KONTAK BANTEN   Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Provinsi Banten menggelar
    Silaturahmi dan Sarasehan di Gedung Serba Guna DPRD Banten pada Rabu
    (11/02/2026), sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Muktamar
    XXI yang dijadwalkan pada April mendatang di Kota Serang. Sarasehan ini
    juga menjadi bagian dari persiapan Munas ke-6 Muslimat MA, yang
    diharapkan menjadi momentum penting dalam regenerasi dan penguatan
    peradaban umat.

    Dalam sambutannya, KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Umum PB MA,
    menggarisbawahi peran penting Mathla’ul Anwar, yang telah berdiri lebih
    dari 100 tahun, dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial untuk
    kemajuan umat Islam. “Organisasi ini lahir di Menes, Kabupaten
    Pandeglang, dan kini telah berkembang pesat, dengan fokus utama pada
    peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ujarnya. Dengan lebih dari
    satu abad berkontribusi dalam pendidikan dan sosial, Mathla’ul Anwar
    telah memperlihatkan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

    Asep Rohmatulloh, Ketua OC Muktamar XXI, menyatakan bahwa Muktamar
    XXI akan menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar, baik
    di tingkat nasional maupun internasional. “Melalui muktamar ini, kami
    berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi organisasi besar, tetapi
    juga dapat membawa dampak besar bagi umat,” ungkapnya.

    Walidan, Ketua Panitia Muktamar XXI, menambahkan bahwa acara
    sarasehan ini sangat strategis untuk memperkuat ukhuwah di kalangan
    anggota dan memperkokoh peran Mathla’ul Anwar di masyarakat. “Sarasehan
    ini sebagai bagian dari konsolidasi menuju Muktamar XXI dan Munas ke-6
    Muslimat, memperkokoh semangat organisasi dalam menghadapi tantangan
    zaman,” katanya.

    Dr. H. Komarudin, M.Si., Asda 1 Provinsi Banten, menambahkan,
    “Muktamar ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal penguatan
    peradaban umat. Mathla’ul Anwar harus menjadi contoh bagi ormas Islam
    lainnya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah, memperkuat
    ekosistem pendidikan, dan memajukan kesejahteraan sosial.”

    Imron Rosadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menekankan bahwa
    acara ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan gagasan strategis demi
    kemajuan Banten, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
    “Semoga muktamar yang akan datang bisa memperkuat Mathla’ul Anwar
    sebagai ormas Islam terbesar yang terus berkontribusi untuk Indonesia
    dan dunia,” tegas Imron dalam sambutannya.

    Namun, dalam acara ini, muncul beberapa kritik terkait eksistensi
    Mathla’ul Anwar di masyarakat. Prof. Syibli Sarjaya, mantan Rektor UIN
    Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengingatkan akan perlunya penguatan
    persatuan internal organisasi. “Mathla’ul Anwar masih dihitung, tetapi
    belum diperhitungkan,” tegasnya. Ia juga mengusulkan agar Mathla’ul
    Anwar memperbaiki konsolidasi organisasi serta penguatan kelembagaan,
    guna memperbesar daya saing organisasi ini dengan ormas-ormas besar
    lainnya.

    Dr. KH. Jazuli Juwaini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, menyoroti
    lemahnya keberadaan Mathla’ul Anwar di Provinsi Banten. “Eksistensi kita
    belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar
    Jazuli, sambil menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun
    agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.

    KH. Zaenal Abidin Suja’i, salah satu tokoh penting dalam Mathla’ul
    Anwar, juga menyoroti pentingnya peningkatan eksistensi organisasi di
    Provinsi Banten. “Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini
    menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Zaenal. Ia juga menambahkan bahwa
    citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal
    di Banten dan seluruh Indonesia.

    May Jen TNI (Pur), Wawan Ruswandi, menekankan bahwa penguatan
    pendidikan, dakwah, dan sosial harus menjadi prioritas utama agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    H. Taufikurohman, Ketua DPW MA Provinsi Banten, mengungkapkan
    pentingnya pembenahan sektor pendidikan, dakwah, dan sosial agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    Tokoh penting lainnya, Andi YH Djuwaeli, juga menegaskan bahwa
    penguatan pendidikan melalui madrasah harus menjadi prioritas utama
    dalam memastikan keberlanjutan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi.

    Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan doa bersama dan foto
    bersama sebagai simbol kesiapan seluruh elemen Mathla’ul Anwar dalam
    menyambut Muktamar XXI yang akan segera berlangsung. Sebagai moderator
    acara ini, Eko Supriatno, Dosen sekaligus penulis produktif UNMA Banten,
    bersama Dr. Eneng Humaeroh, Dekan Fakultas Agama UNMA Banten,
    menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan
    pemerintah dalam mewujudkan organisasi yang lebih besar dan lebih
    berpengaruh di masa depan.

    Warga Mathla’ul Anwar di Banten menunjukkan komitmen yang tinggi
    untuk menyukseskan Muktamar XXI dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar di
    masyarakat. Sarasehan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan regenerasi
    dan konsolidasi organisasi sudah dimulai. Mathla’ul Anwar siap
    menghadapi tantangan untuk menjadi ormas yang semakin besar dan berdaya
    saing di tingkat nasional dan internasional.*