Kategori: Headline

  • Ramadan 2026, Krakatau Posco Turunkan Relawan Bersihkan Tiga Masjid di Sekitar Perusahaan

    Ramadan 2026, Krakatau Posco Turunkan Relawan Bersihkan Tiga Masjid di Sekitar Perusahaan

     CILEGON KONTAK BANTEN  Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447
    Hijriah, Krakatau Posco menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk
    “JUMSIH” (Jumat Bersih-Bersih). Kegiatan ini menjadi bagian dari
    rangkaian aktivitas Ramadan perusahaan yang berfokus pada kepedulian
    sosial serta penguatan hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar
    wilayah operasional.

    Sebanyak 50 karyawan Krakatau Posco terlibat sebagai relawan dalam
    kegiatan yang dilaksanakan di tiga masjid di tiga kelurahan sekitar
    perusahaan, yaitu Masjid Nurul Hidayah, Samangraya, Masjid Al-Fattah,
    Kubangsari, dan Masjid Jami Al Hidayah Cigading 2, Tegalratu.

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam semangat Ramadan sebagai momentum
    berbagi kebahagiaan serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan
    sekitar. Melalui aksi gotong royong tersebut, perusahaan berupaya
    menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan layak,
    sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk selama
    bulan suci.

    Dalam pelaksanaannya, para relawan melakukan pembersihan menyeluruh
    di area dalam maupun luar masjid, meliputi penyapuan dan pengepelan
    lantai, pembersihan kaca dan dinding, serta perapihan lingkungan
    sekitar. Untuk dua masjid, yaitu Masjid Nurul Hidayah dan Masjid
    Al-Fattah, juga dilakukan pengecatan guna memperindah tampilan dan
    memberikan suasana yang lebih segar menjelang Ramadan.

    Selain itu, kegiatan juga dilakukan dengan membersihkan area tempat
    wudhu dan toilet. Kegiatan pencucian karpet masjid turut dilakukan untuk
    memastikan kebersihan area salat tetap terjaga. Rangkaian kegiatan ini
    juga didukung oleh anak perusahaan Krakatah Posco, yaitu KPSE, sebagai
    bagian dari kolaborasi internal dalam menyukseskan program sosial
    Ramadan tahun ini.

    Sebagai bentuk dukungan tambahan terhadap aktivitas Ramadan di
    masing-masing masjid, Krakatau Posco turut menyerahkan bantuan berupa
    sirup, gula, kopi, dan teh untuk mendukung kegiatan buka puasa bersama
    serta penyediaan takjil bagi jamaah.

    Department Head PRGA Krakatau Posco, Eka Manti Saputra, menyampaikan
    bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus
    hadir dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

    “Ramadan merupakan momentum yang penuh makna untuk memperkuat
    kepedulian dan kebersamaan. Melalui kegiatan bersih-bersih masjid ini,
    kami ingin berkontribusi secara langsung dalam menciptakan lingkungan
    ibadah yang lebih nyaman bagi masyarakat. Partisipasi aktif 50 relawan
    karyawan mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian insan baja
    Krakatau Posco terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa perusahaan memandang hubungan baik dengan
    masyarakat sebagai fondasi penting dalam menciptakan ekosistem industri
    yang harmonis dan berkelanjutan.

    “Kami percaya bahwa perusahaan yang bertumbuh adalah perusahaan yang
    mampu berjalan berdampingan dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi
    salah satu bentuk nyata keterlibatan kami dalam mendukung kehidupan
    sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

    Kehadiran puluhan relawan dalam kegiatan ini sekaligus mempererat
    interaksi antara karyawan perusahaan dan warga di sekitar wilayah
    operasional. Melalui semangat gotong royong, tercipta kolaborasi positif
    yang memperkuat nilai kebersamaan selama bulan suci.

    Sebagai perusahaan baja terintegrasi, Krakatau Posco terus mendorong
    berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
    Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam
    menghadirkan suasana Ramadan yang lebih bersih, nyaman, dan penuh
    keberkahan bagi masyarakat Cilegon.

  • Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    Mathla’ul Anwar Banten Siap Sambut Muktamar XXI, Sarasehan Perkuat Konsolidasi dan Arah Masa Depan

    BANTEN KONTAK BANTEN   Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Provinsi Banten menggelar
    Silaturahmi dan Sarasehan di Gedung Serba Guna DPRD Banten pada Rabu
    (11/02/2026), sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Muktamar
    XXI yang dijadwalkan pada April mendatang di Kota Serang. Sarasehan ini
    juga menjadi bagian dari persiapan Munas ke-6 Muslimat MA, yang
    diharapkan menjadi momentum penting dalam regenerasi dan penguatan
    peradaban umat.

    Dalam sambutannya, KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Umum PB MA,
    menggarisbawahi peran penting Mathla’ul Anwar, yang telah berdiri lebih
    dari 100 tahun, dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial untuk
    kemajuan umat Islam. “Organisasi ini lahir di Menes, Kabupaten
    Pandeglang, dan kini telah berkembang pesat, dengan fokus utama pada
    peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ujarnya. Dengan lebih dari
    satu abad berkontribusi dalam pendidikan dan sosial, Mathla’ul Anwar
    telah memperlihatkan dampak positif yang besar bagi masyarakat.

    Asep Rohmatulloh, Ketua OC Muktamar XXI, menyatakan bahwa Muktamar
    XXI akan menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar, baik
    di tingkat nasional maupun internasional. “Melalui muktamar ini, kami
    berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi organisasi besar, tetapi
    juga dapat membawa dampak besar bagi umat,” ungkapnya.

    Walidan, Ketua Panitia Muktamar XXI, menambahkan bahwa acara
    sarasehan ini sangat strategis untuk memperkuat ukhuwah di kalangan
    anggota dan memperkokoh peran Mathla’ul Anwar di masyarakat. “Sarasehan
    ini sebagai bagian dari konsolidasi menuju Muktamar XXI dan Munas ke-6
    Muslimat, memperkokoh semangat organisasi dalam menghadapi tantangan
    zaman,” katanya.

    Dr. H. Komarudin, M.Si., Asda 1 Provinsi Banten, menambahkan,
    “Muktamar ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal penguatan
    peradaban umat. Mathla’ul Anwar harus menjadi contoh bagi ormas Islam
    lainnya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah, memperkuat
    ekosistem pendidikan, dan memajukan kesejahteraan sosial.”

    Imron Rosadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menekankan bahwa
    acara ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan gagasan strategis demi
    kemajuan Banten, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
    “Semoga muktamar yang akan datang bisa memperkuat Mathla’ul Anwar
    sebagai ormas Islam terbesar yang terus berkontribusi untuk Indonesia
    dan dunia,” tegas Imron dalam sambutannya.

    Namun, dalam acara ini, muncul beberapa kritik terkait eksistensi
    Mathla’ul Anwar di masyarakat. Prof. Syibli Sarjaya, mantan Rektor UIN
    Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengingatkan akan perlunya penguatan
    persatuan internal organisasi. “Mathla’ul Anwar masih dihitung, tetapi
    belum diperhitungkan,” tegasnya. Ia juga mengusulkan agar Mathla’ul
    Anwar memperbaiki konsolidasi organisasi serta penguatan kelembagaan,
    guna memperbesar daya saing organisasi ini dengan ormas-ormas besar
    lainnya.

    Dr. KH. Jazuli Juwaini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, menyoroti
    lemahnya keberadaan Mathla’ul Anwar di Provinsi Banten. “Eksistensi kita
    belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar
    Jazuli, sambil menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun
    agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.

    KH. Zaenal Abidin Suja’i, salah satu tokoh penting dalam Mathla’ul
    Anwar, juga menyoroti pentingnya peningkatan eksistensi organisasi di
    Provinsi Banten. “Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini
    menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Zaenal. Ia juga menambahkan bahwa
    citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal
    di Banten dan seluruh Indonesia.

    May Jen TNI (Pur), Wawan Ruswandi, menekankan bahwa penguatan
    pendidikan, dakwah, dan sosial harus menjadi prioritas utama agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    H. Taufikurohman, Ketua DPW MA Provinsi Banten, mengungkapkan
    pentingnya pembenahan sektor pendidikan, dakwah, dan sosial agar
    Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga
    pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,”
    ujarnya.

    Tokoh penting lainnya, Andi YH Djuwaeli, juga menegaskan bahwa
    penguatan pendidikan melalui madrasah harus menjadi prioritas utama
    dalam memastikan keberlanjutan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi.

    Sebagai penutup, acara ini diakhiri dengan doa bersama dan foto
    bersama sebagai simbol kesiapan seluruh elemen Mathla’ul Anwar dalam
    menyambut Muktamar XXI yang akan segera berlangsung. Sebagai moderator
    acara ini, Eko Supriatno, Dosen sekaligus penulis produktif UNMA Banten,
    bersama Dr. Eneng Humaeroh, Dekan Fakultas Agama UNMA Banten,
    menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan
    pemerintah dalam mewujudkan organisasi yang lebih besar dan lebih
    berpengaruh di masa depan.

    Warga Mathla’ul Anwar di Banten menunjukkan komitmen yang tinggi
    untuk menyukseskan Muktamar XXI dan memperkuat peran Mathla’ul Anwar di
    masyarakat. Sarasehan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan regenerasi
    dan konsolidasi organisasi sudah dimulai. Mathla’ul Anwar siap
    menghadapi tantangan untuk menjadi ormas yang semakin besar dan berdaya
    saing di tingkat nasional dan internasional.*